C for "The Title" / Mizania / Non Fiction / Oki Setiana Dewi / Travelling / Uncategorized

[Book Review] Cahaya di Atas Cahaya

ImageJudul : Cahaya di Atas Cahaya

Penulis : Oki Setiana Dewi

Penerbit : Mizania

Buku ketiga mbak Oki ini menceritakan saat saat beliau belajar di Arab selama satu bulan. Abis baca buku ini, pengen banget rasanya kuliah di Arab, belajar di lingkungan yang kondusif keIslam-annya. Belajar merajut ukhuwah selembut sutra *bahasanya… -__-* dengan saudari saudari di sana.. Shalat setiap saat di Masjidil Haram, dengerin khutbahnya Syaikh Abdurrahman Al Sudais, berdoa di tempat tempat yang malaikat mengelilingi dan Allah mengijabahnya, melihat saksi jejak jejak perjuangan kaum Muslimin, waaah pokoknya mau banget!

Thanks mbak Oki, Alhamdulillah ya Allah, sudah menanamkan rasa rindu dan menambahkan satu doa agar diri ini bisa berada disana, suatu saat nanti..

“Kalau kembali kesini, nanti sudah sama mahram (suami)nya ya!”, -lembar terakhir dari kisah perjalanan mbak Oki. Aamiin, semoga mbak Oki segera dipersatukan dengan seseorang yang Allah siapkan untuknya.

Benarlah sabda Rasulullah Saw., “Siapa saja seseorang yang mendoakan saudaranya sesama Muslim dalam keadaan gaib, artinya tidak ada di depan dia, kecuali para malaikat, lalu malaikat berdoa kepada Allah Swt. agar yang berdoa tadi diberikan juga seperti yang didoakan untuk saudaranya” (Hal. 131)

Sayangnya, saya kurang menikmati penyampaian, bahasa, dan susunan kata di buku ini. Karena buku ini lebih menekankan ke “curhatan”nya mbak Oki selama disana dan beberapa percakapan merupakan hasil transliterasi dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, buat saya jadi agak jenuh membaca buku ini karena penyampaiannya berlebihan atau bahkan terlalu biasa, dan membingungkan ketika dibaca dalam suatu kalimat/paragraf utuh. Meskipun dibumbui sejarah sejarah dan hadits, buat saya kesannya terlalu maksa karena penyampaian sejarah dan ulasan haditsnya kurang. Terkadang saya sudah fokus sama ceritanya mbak Oki, trus di’sela’ oleh penyampaian sejarah dan ulasan haditsnya. 🙂

“Aku memakai hijab setelah 11 September, karena aku ingin menunjukkan identitasku sebagai orang Islam dan aku ingin mengatakan, AKU BUKAN TERORIS! Islam tak pernah mengajarkan kami menjadi seorang teroris. Lihatlah, aku seorang muslimah dan mencintai kedamaian juga kelemahlembutan. Karena begitulah Islam mengajarkan kepada setiap pengikutnya.”  -Asma (Hal. 140)

Ada banyak pesan dan hikmah yang tersirat maupun tersurat di buku ini, diantaranya dahulukan ke Arab Saudi (Makkah) sebelum ke tempat lain, dan semangat dalam menuntut ilmu dan belajar apa saja hal yang bermanfaat, sekalipun hanya belajar mendengar kisah orang lain.

Rating for this book : 6,8/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s