B for "The Title" / Muhammad Nursani / Religion / Tarbawi Press / Tarbiyah / Uncategorized

[Book Review] Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga

Image

Judul : Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga

Penulis : Muhammad Nursani

Penerbit : Tarbawi Press

Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya. -Ar Rafi’i (Hal. 1)

Refleksi ruhani para pejuang dakwah. Seperti mendengarkan seorang sahabat yang menasihati dalam kebaikan, itulah kesan yang saya rasakan dalam buku ini. Halaman halamannya banyak saya tandai dengan stabilo, untuk mengingatkan saya akan mutiara mutiara nasihat yang berserakan di buku ini.

Dibagi dalam 30 bab, buku ini merupakan kumpulan naskah artikel Ruhaniyat dari majalah Tarbawi. Rubrik itu sendiri merupakan rubrik terfavorit dalam majalah Tarbawi berdasarkan survey dan kuisioner pembaca. Tak heran, kata katanya begitu menyentuh dan menampar kita agar segera bangkit dari kesalahan dan terus memperbaiki diri.

Salah satu kata kata yang paling menampar saya ada pada bagian “Tabuk Dahulu dan Tabuk Hari ini”, dimana digambarkan pada jaman dahulu orang rela melepaskan kenyamanan demi berperang di jalan Allah, sedangkan hari ini.. kita justru lupa, bahkan absen dari banyak ketaatan.

Pada bab “Adakalanya kebersamaan itu membahayakan”, saya mempelajari bahwa kebersamaan ukhuwah yang terus menerus dapat menimbulkan ketergantungan dan kesia siaan. Bagaimanapun, kita masing masing butuh ruang untuk diri sendiri. Dan sebaliknya, tidak diperbolehkan untuk menyendiri, karena orang yang berbaur dengan lingkungan yang tidak kita sukai namun kita bersabar terhadapnya, lebih baik daripada orang yang tidak berbaur dengan orang lain dengan alasan perilaku mereka yang buruk.

Hmm sepertinya saya tertampar lagi. Bagaimanapun, tugas kita di Bumi Allah adalah menjadi Da’i, yang membawa kebaikan, yang belajar dari orang lain, dan mengajarkan sesuatu pada orang lain bahkan jika kita hanya berusaha menjadi teladan baik yang diabaikan.

Sementara kita hati ini telah luput dalam banyak medan ketaatan, absen dalam banyak medan dakwah, hilang di banyak kesempatan mulia. Kita, luput dan tidak hadir bukan dalam satu, dua atau tiga medan ketaatan, tapi mungkin puluhan, ratusan, ribuan atau mungkin lebih dari itu. Tapi kita belum juga menangisi itu semua.

Tahukan kita kenapa ia boleh terjadi kepada diri kita? Mungkinkah Allah mengetahui kita belum tulus berjuang di jalanNa? Belum terbukti ikhlas dalam keimanan kepada-Nya? Lalu karena itu, Allah menjadi tidak peduli kepada kita, apakah kita termasuk barisan orang-orang melakukan ketaatan, berdakwah dan berjuang atau tidak. (Hal. 131)

Rating for this book : 8,8/10

Mengikutsertakan review buku ini dalam annual contest 2012 The End of Year Book Contest by Penerbit Esensi & Okeyz
Photobucket

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s