Gramedia / Meg Cabot / P for "The Title" / Teenlit / Uncategorized / Young Adult

[Book Review] Party Princess (Princess Diaries #7)

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRF94L3uLo_imFmXy1rl-R2OAZxaQBs08gdshsydmY4mwtCKXgiiAJudul : Dunia Gemerlap Sang Putri

Penulis : Meg Cabot

Penerbit : Gramedia

Mia punya masalah. LAGI.

Dia menghabiskan uang persatuan pelajar–solusi alternatif: mengumpulkan uang dari hasil menjual lilin berbentuk buah buahan (bentuk strawberrynya benar benar seperti sungguhan lho?!), mengkhawatirkan perkembangan psikologis adiknya–sepertinya hanya dia yang benar benar dapat mengurus Rocky, menghadapi neneknya yang berencana mengadakan pertunjukan musikal pelajar SMU Albert Einstein, dan menghadiri pesta yang pacarnya–Michael–adakan padahal ia tidak suka berpesta. Sebenarnya kapan sih Mia akan mencapai aktualisasi dirinya?

Suka banget sama kehangatan hubungan Mia dan Michael. Mia itu orangnya baik, tapi terlalu lebay. Dia tuh sukaaa banget membesar besarkan masalah yang ada di hidupnya. Tapi itulah yang membuat buku ini menarik untuk diikuti. Entah itu masalah apa–ketidak pedulian Michael, kehadiran Cowok yang Sebal kalau Mereka Memasukkan Jagung dalam Chili-nya dalam lingkaran sahabat Mia–yang membuat Mia jadi merasa dirinya adalah seseorang yang tidak dapat mencapai aktualisasi diri alias kemampuannya dalam menempatkan diri di lingkungan dan dalam dirinya sendiri. Namun, berkat ketulusan dan kebaikan hati Mia, masalah itu akhirnya selesai dan berakhir Happy Ending.

Belum lagi kehadiran nenek dari pihak ayahnya, Grandmere, yang sepertinya merupakan orang nomor satu yang Mia tidak suka (dalam artian mereka berbeda pendapat dan prinsip). Di buku ke tujuh ini, peran Grandmere masih dominan, namun kedua orang tua Mia (Pangeran Phillip dan Helen Thermopolis) sangat sedikit dan bahkan hampir tidak ada.

Sepertinya akan seru jika semua karakter yang ada di buku ini bersatu–ayah Mia, ibu Mia, Mr. G, Grandmere, Lars, Michael, Lilly, sahabat sahabat Mia (Tina, Ling Su, Shameeka, Perin), J.P., Wahim, Lana, Josh Ritcher, Jangbu, Kepala Sekolah Gupta, Mrs. Hill, Mrs. Martinez dan masih banyak lagi. Terutama tokoh tokoh yang saya sebut diawal.

Satu hal lagi yang membuat serial teenlit ini menarik–selingan berupa hasil percakapan lewat kertas antara Mia dan sahabat sahabatnya,  chatting antara Mia dan Michael, potongan potongan artikel, maupun list yang mereka buat sendiri, seperti ‘Daftar Cewek Yang Terlalu Cantik Untuk Hidup Dan Seharusnya Diasingkan Untuk Hidup Terasing Bersama Sesamanya Di Pulau Terpencil Supaya Kami Berhenti Merasa Tidak Berarti’. Hehehe, dari judulnya aja udah kocak ya.

Bagaimana kalau saat aku menulis cerpen tentang J.P., dia ternyata menulis cerpen tentang AKU? Misalnya, bagaimana kalau DIA menulis kisah berjudul “Tidak Mau Daging!” tentang saat mereka memasukkan daging dalam lasagna vegetarian dan aku tidak sengaja makan sedikit lalu marah besar?

Ya ampun. Itu pasti.. nggak asyik banget.

Rating for this book : 7,3/10

Mengikutsertakan review buku ini dalam annual contest 2012 The End of Year Book Contest by Penerbit Esensi & Okeyz
Photobucket

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s