Brandon Mull / Fable / Fantasy / Mizan Fantasi / Uncategorized

[Book Review] Fablehaven Series 1-4 by Brandon Mull

 Title | Fablehaven Series

Author | Brandon Mull

Publisher | Mizan Fantasy

“Memang benar, aku lebih kuat sebagai naga, tapi dalam wujud manusia yang canggung ini, aku memiliki kekuatan serta refleks yang melampaui manusia biasa. Kaulihat apa yang mampu kulakukan ketika kita terdampar di tengah tengah pertempuran di Lost Mesa, dan bahkan saat itu pun aku menahan diri, berusaha tak membongkar penyamaranku.” (Secrets of The Dragon Sanctuary, hal. 646-647)

Adalah dua kakak beradik Kendra dan Seth yang diundang ke rumah kakek neneknya. Ternyata.. disana mereka menemukan ada yang aneh. Tiba tiba ada peri melayang di kebun kakeknya, ada sapi yang besarnya satu lumbung, dan makhluk aneh yang menghuni danau.

Fablehaven adalah cagar magis yang berisi makhluk makhluk supranatural seperti centaurus, nymph, peri pohon, satyr dan sebuah (atau seorang? :D) golem. Kakek Kendra adalah salah satu pemegang kunci suaka magis ini.

Karena sudah lama sekali saya selesai membaca buku ini, saya review langsung ke empat bukunya yang sudah terbit di Indonesia ya.. 🙂 Sebelumnya, kenalan dulu sama ke empat karakter karakter dari buku pertama sampai buku ke empat:

  • Kendra Sorenson & Seth Sorenson: kedua kakak beradik yang punya karakter bertolak belakang, Kendra yang penuh perhitungan, pintar, dan suka membaca, sedangkan Seth pemberani, agak ceroboh, nekat, suka melanggar aturan, namun cerdik. Tapi mereka berdua saling melindungi.
  • Stan Sorenson & Ruth Sorenson: Kakek dan nenek Kendra & Seth, yang juga adalah penjaga Fablehaven.
  • Dale Burgess: Penjaga kebun di Fablehaven. Pendiam, namun cekatan dan setia pada Granpa & Grandma Sorenson.
  • Lena Burgess: Seorang pengurus rumah tangga di Fablehaven. Sangat dekat dengan Kendra. Diketahui belakangan, bahwa Lena sebenarnya bukan sepenuhnya manusia.
  • Hugo: Golem yang bersahabat, besar dan kuat, yang biasanya membantu pekerjaan di Fablehaven.
  • Doren & Newel: Dua satyr yang ramah, suka banget nonton TV.

Tokoh yang baru muncul di buku kedua dan seterusnya:

  • Vanessa Santoro: perempuan cantik ini temennya Granpa dan Grandma Sorenson dan seorang Ksatria Fajar
  • Tanu Dufu: Dikenal sebagai “orang Samoa” yang ahli dalam ramuan. Juga seorang Ksatria Fajar
  • Warren Burgess: Kakaknya Dale, yang menderita penyakit albino *dari efek sihir* dan selama ini tinggal di kabin di sebuah area Fablehaven. Di buku kedua, penyakit Warren bisa disembuhkan oleh kekuatan magis Kendra.
  • Coulter Dixon: Seorang Ksatria Fajar yang punya banyak benda magis.
  • Gavin Rose: Laki laki berusia 16 tahun yang bisa bicara dengan naga. Seorang Ksatria Fajar juga. Gavin ini sempet disukain sama Kendra.

dan masih banyak karakter lain 🙂

ImageFablehaven 1: The Secret Sanctuary

Ketika Kendra dan Seth mengetahui rahasia kakeknya, fablehaven sedang dalam bahaya. Neneknya menghilang, disusul kakeknya pada Malam Tengah Musim Panas, ketika makhluk makhluk liar di Fablehaven dapat menembus garis batas dan memasuki rumah kakeknya.

Saya membeli buku ini ketika sedang berhasrat untuk membaca cerita cerita fantasy. Maklum, setelah jeda yang lama sekali, novel fantasi terakhir yang saya baca adalah Harry Potter. Ketika melihat Fablehaven, saya terbayang Hutan Terlarang-nya Harry Potter dan ternyata dugaan saya ga salah. Banyak makhluk makhluk magis yang ada di Fablehaven “familiar” di cerita Harry Potter. Petualangan Kendra dan Seth pun cukup seru meskipun sisi kemisteriusannya tidak terlalu ditonjolkan. Ceritanya mengalir begitu saja. Saya suka sekali bagian ketika Kendra mendapat bantuan Ratu Peri.

ImageFablehaven 2: Rise of The Evening Star

Ternyata Fablehaven menyimpan sebuah artefak yang berharga yang selama ini diburu Perhimpunan Bintang Malam, perhimpunan yang mengejar kekuatan demi kekuasaan. Granpa Sorenson diculik, dan dicurigai ada pengkhianat di lingkungan Fablehaven. Seth, yang nekat namun berani, pergi ke hutan demi mendapatkan artefak itu sebelum Perhimpunan Bintang Malam mengambilnya. Namun, artefak itu dijaga oleh sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang tidak dapat ditembus dengan kekuatan manusia biasa,,,

Di buku kedua ini, mulai agak misterius nih. Banyak pertanyaan yang membuat saya gatel pengen ngelanjutin ke akhir cerita biar semuanya terungkap. Siapa ya, yang selama ini berkhianat? Dimana dan apa sih artefak itu, dan berhasilkah mereka mengambilnya sebelum Perhimpunan Bintang Fajar datang?

ImageFablehaven 3: Grip of The Shadow Plague

Semua makhluk di Fablehaven berubah menjadi bayangan! Bahkan peri, yang biasanya cantik dan bersinar, sekarang memancarkan cahaya kegelapan. Satu persatu, penghuni Fablehaven menghilang dan ditemukan telah menjadi bayangan. Bahkan manusia! Hanya Seth yang dapat melihat “kegelapan” ini. Sebenarnya apa sih yang terjadi?

Saya semakin dibuat penasaran sama ceritanya. Karakter Kendra dan Seth semakin kuat. Kombinasi antara kepintaran Kendra dan keberanian Seth mulai menjadikan karakter mereka menjadi daya tarik sendiri di buku ketiga ini.

Image

Fablehaven 4: Secrets of The Dragon Sanctuary

Disini, serttingnya mulai menarik. Kendra dan beberapa Ksatria Fajar lainnya melakukan perjalanan ke Wyrmroost *bareng Gavin juga, ehem!*. Disana mereka mencoba menemukan artefak, namun Wyrmroost terkenal dengan naganya. Seinget saya, buku keempat ini memang tidak terlalu mengandung unsur misteri yang besar seperti buku kedua, namun, petualangannya jauh lebih seru di buku ini. Ceritanya berkembang banyak, dan perjalanan mereka untuk sampai Kuil Naga bener bener menegangkan. Masih inget bagian ketika Harry, Hermione, dan Ron mencoba masuk Pintu Terlarang di Hogwarts di Harry Potter and The Philosopher’s Stone? Nah, kira kira adegan ini sama serunya dengan itu. Banyak dibutuhkan pengorbanan dan langkah yang luar biasa untuk sampai di tujuan.

Hmm.. Ngereview empat buku sekaligus beneran membuat saya harus bolak balik membuka lagi ke empat buku ini. Soalnya saya juga udah lama banget selesai baca buku ini, tapi baru sekarang direview. Secara keseluruhan, Seri Fablehaven ini cukup seru dan menegangkan, namun tidak se-booming novel fantasy lain seperti Harry Potter. Di seri seri pertama, agak membosankan dan ‘plain‘, namun semakin lama ceritanya semakin bagus sekaliber Harry Potter.

Yang paling tidak saya sukai dari buku ini adalah covernya. Menurut saya gimana yah, agak kurang keren aja gitu. Mungkin karena gambarnya kurang tertata dengan baik kali ya. Waktu beli buku ini, jujur saya lebih tertarik sama sinopsis dan cover belakangnya daripada cover depannya. Cover depannya malah mengurangi minat saya untuk beli buku ini *tapi akhirnya tetep kebeli juga.. hehehe*

Saya sedikit lebih suka dengan cover versi luar negerinya. 😀

Image

*lebih rapi kan? ;)*

My Rating for This Book: 7/10

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] Fablehaven Series 1-4 by Brandon Mull

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s