Chicklit / D for "The Title" / Esensi / Fiction / Kardashian / Uncategorized / Young Adult

[Book Review] Dollhouse

15767479Title : Dollhouse

Author : Kardashian

Publisher : Esensi

Dollhouse adalah novel yang sangat menghibur mengenai kehidupan cinta sebuah keluarga yang menarik dan sangat terkenal. Ditulis oleh Kourtney, Kim, dan Khloé Kardashian, Dollhouse adalah gambaran dunia gemerlap di balik popularitas tiga kakak-beradik yang sangat menyayangi satu sama lain serta keluarga mereka. Kourtney, Kim, dan Khloé menggabungkan imajinasi mereka yang sangat liar dengan rahasia-rahasia yang mereka ketahui tentang hidup dengan tuturan khas mereka. Buku ini tidak seperti buku lain yang pernah Anda baca sebelumnya!

Kamille, Kassidy, dan Kyle Romero adalah tiga kakak-beradik yang cantik, penuh kasih sayang, dan sangat loyal terhadap keluarga mereka. Ibu mereka telah menikah lagi dan ayah tiri mereka, seorang pemain bisbol all-star terkenal di dunia, datang membawa dua orang saudara tiri. Suatu hari semuanya berubah. Dalam semalam, salah satu Romero bersaudara menjadi terkenal—masuk sampul majalah, menjadi ikon fesyen, dan masuk berita! Dikuntit oleh paparazzi dan diundang ke semua acara karpet merah.Tidak berarti seluruh kehidupan gemerlap dan glamor itu akan membuat hidup menjadi mudah.

Kehidupan mereka bertiga tidaklah seindah yang dipikirkan orang. Masalah datang bertubi-tubi. Siapa sangka memiliki saudari yang terkenal membawa banyak sekali masalah: rasa iri, teman-teman yang menikam dari belakang, operasi plastik, dan perdebatan dengan paparazzi baru sebagian saja. Ketika menghadapi hidup baru mereka, lengkap dengan pernikahan yang diabadikan melalui televisi, pesta gila-gilaan di klub malam, dan ketertarikan antarsaudara tiri yang terlarang, ada rahasia besar yang mengancam akan memecah ikatan kekeluargaan mereka

Untuk ukuran sebuah buku yang ditulis oleh sosialitas hollywood, menurut saya novel ini cukup lumayan. Perkiraan awal saya, buku ini akan masuk ke dalam kategori chicklit biasa yang bacanya gak pake mikir dan ceritanya hanya sekedar cerita.

Novel ini mengisahkan 3 kakak beradik, serta ibu mereka, Kass, Kamille, Kyle dan Kat (sang ibu). Setiap karakter punya masalah sendiri dan diceritakan dengan sudut pandang berbeda beda per bab nya, meskipun tidak semua memiliki pemecahan atau solusi. Biasanya kalo disebuah cerita ada karakter A, B, C, dan D, dan A punya masalah 1, B punya masalah 2, dan seterusnya, di akhir novel tersebut akan disebutkan sambil lalu bahwa A akhirnya begini, B akhirnya begitu, dll. Kass dan Kamille memiliki pemecahan masalah bersama, yang mengakibatkan bersatunya juga ke empat wanita ini dalam sebuah keluarga. Tapi sayangnya Kyle yang memiliki masalah jatuh cinta dengan saudara tirinya, Benjy, dan Kat yang menemukan dompet mantan suaminya di Irvine, tidak terselesaikan dengan baik di akhir cerita. Padahal saya bersemangat sekali ketika muncul masalah baru di hidup Kat, tapi ternyata cuma kekhawatiran aja yang dipotret dalam cerita ini. Penjelasannya menguap ke udara.

Selain itu, sedikit banyak saya kagum dengan pencitraan karakternya. Tipikal satu keluarga yang karakternya berbeda beda dan bertolak belakang, tapi salutnya ceritanya gak dibikin lebay, rumit, ataupun frontal. Perselisihan Kamille dan Kass pun hanya sedikit menimbulkan perpecahan (*apa sengaja biar bukunya ga nambah tebel ya*).

Ukuran buku, font, dan spacing buku ini juga saya suka banget. Agak sedikit rapat untuk marginnya, tapi justru ini yang membedakan buku ini diantara buku chicklit lain berukuran sama (*yang biasanya terbitan Gramedia*), dan entah kenapa saya suka. Menimbulkan kesan minimalis gitu.

Overall, saya menikmati buku ini, dan sedikit kagum. 7 anggota keluarga yang gak terlalu deket (misalnya saja, sedikit dialog bersinggungan antara Kamille dan Benjy/Bree yang diceritakan dibuku ini), tapi mereka bisa saling nyaman berada satu sama lain. Asal usul judul buku ini Dollhouse, menurut saya mengacu ke bagian ketika Kass mengingat dulu ia sering main rumah boneka (seingat saya rumah barbie) bersama Kamille. Dan karena dibuku ini Kamille dan Kass yang paling ditonjolkan, cukuplah untuk mewakili judul buku ini. Jika penamaan judulnya ditunjukkan untuk mengacu pada rumah yang ditempati keluarga itu, menurut saya ceritanya jadi agak gagal. Karena disini tidak terlalu banyak membicarakan rumah mereka

Dan saya paling suka adegan paling kocak (bukan berarti di novel ini banyak adegan kocaknya) di halaman 323, ketika anak Kass sudah lahir, dan pada berebutan mau nggendong Alexander. Pas si Kyle menawarkan mau gendong bayinya, satu keluarga pada langsung kompak bilang ‘Jangan!’. 😀

Advertisements

5 thoughts on “[Book Review] Dollhouse

  1. Pingback: [RC Progress (January)] Finding New Authors Reading Challenge 2013 | Book Stacks

  2. Kalo ga salah judul Dollhouse itu mengacu pada panggilan sayang diantara Kass dan Kamille. Setiap dialog mereka pasti berujung, “What’s up, Doll?” di versi bahasa inggrisnya, CMIIW…

    Thanks ya uda di review bukunyaaa ^^
    Glad you like it

    Deadline masih tgl 11 Feb kalo ga salah :D:D:D

    • oh.. cuma housenya itu yg aku bingung. kalo judulnya dollgirls ataudollgals atau dollsisters mungkin baru lebih cocok. pas Bree nya sakit, bener bener kompak banget keluarga mereka.. *hug them*

      • Haha, iya juga ya itu house apa artinya yaa.. maybe a house full of Dolls (the girls). Anyway, I like them too.. walaupun dangkal gitu pola pikirnya 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s