Cara Lockwood / Chicklit / Elex Media / Fiction / I for "The Title" / Uncategorized / Young Adult

[Book Review] I Do (but I Don’t) (Crandell Sisters #1)

Title : I Do, but I Don’t

Author : Cara Lockwood

Publisher : Elex Media

Lauren Crandell adalah perencana pernikahan sempurna: gila kerapian dan sangat teratur, sangat tangkas menangani semua masalah darurat yang berhubungan dengan hari pernikahan. Sementara itu, percintaannya sendiri perlu dihidupkan kembali setelah bercerai dari suaminya. Sampai suatu ketika, petugas pemadam kebakaran bernama Nick Corona datang untuk menyelamatkan keadaan, dua kali pula! 

Nick yang cakep dan seksi rupanya bersikeras membuat situasi bertambah buruk di antara mereka berdua. Lauren juga masih harus berjuang memuaskan kliennya yang paling menantang, yaitu Darla Tendaski, si Pengantin Senewen yang cantik, licik, dan keji. Dia sekaligus harus mencegah agar hari istimewa Darla tidak berubah menjadi bencana. Ditambah kesalahpahaman sinting yang membuatnya patah semangat, sementara kehidupan karier dan cintanya dalam bahaya, si perencana pernikahan mungkin harus belajar bahwa dia tak bisa merencanakan segala hal, terutama cinta sejati.

Cara Lockwood menjadi salah satu penulis Young Adult Romance favorit saya. Pertama, karena cover terjemahannya yang lucu (in which is published by Elex Media), kedua karena ceritanya bisa dinikmati. Bukunya tebel, ukurannya pun lebih besar drpd chicklit biasa, menimbulkan suasana membaca YA Romance yang baru bagi saya. Jadi gak sabar pengen ngoleksi bukunya.

Lauren Crandell ini agak mirip Bridget Jones, dan disinilah yang saya gak suka. Cerita awalnya is okay meskipun rada kecewa juga sih karena penggambaran tokohnya itu jelek banget. Lauren itu digambarkan sebagai sosok pertengahan yang penampilannya biasa aja, rambutnya mengerikan, dan fisiknya gak lebih menarik dibanding perempuan lain. Di dua per lima isi buku, Lauren mulai bertingkah seperti Bridget Jones yang terlalu tragis, mengasihani diri sendiri, punya krisis percaya diri yang parah, mentingin kekurangan dirinya sendiri ampe lebay banget, makanya saya jadi ngerasa kaya baca ulang kisah Bridget Jones. Untungnya, separuh kebelakang, Lauren udah mulai netral lagi.

Ternyata buku ini merupakan buku pertama dari seri Crandell Sisters. Namun yang baru terbit buku pertamanya ini. Saya menantikan buku kedua versi bahasa Indonesianya, karena saya lebih menyukai karakter Lilly (adik Lauren).

Konflik yang dihadapi Lauren juga pas banget untuk novel bergenre YA Contemporary Romance, dan mudah dimengerti. Meskipun ketika pertama kali baca sinopsisnya, saya fikir Darla itu wanita yang luar biasa liciknya, seperti Venetia Carternya Rebecca Bloomwood. Tapi ternyata, Darla itu gak jahat jahat amat kok. Malah saya suka sama karakter Darla, karena dia salah satu yang mendengarkan dan mempercayai Lauren (disamping sahabatnya, Dianne). Salah satu adegan bahkan bisa mengaduk emosi saya, yaitu ketika Lauren dan Darla bertengkar. Waktu denger kata kata Darla, saya marah banget, tersinggung, sakit hati, dan rasanya pengen nangis.

“Kau membuatku muak. Kau dengan semua yang kau sia-siakan membuatku muak. Demi semua uang di dunia sekalipun, aku tak mau jadi dirimu…” (hal. 280)

Advertisements

One thought on “[Book Review] I Do (but I Don’t) (Crandell Sisters #1)

  1. Pingback: [RC Progress (January)] Finding New Authors Reading Challenge 2013 | Book Stacks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s