Uncategorized

[Book Review] Firebelly

 

Image

Firebelly by J.C. Michaels
Penerjemah: Rahmani Astuti
Paperback, 328 pages
Published August 2010 by Serambi (first published January 28th 2005)
 
Sinopsis (taken from goodreads.com)

…kadang kehidupan kita dibelokkan oleh sesuatu yang begitu sederhana dan tidak penting seperti seekor katak buntung …

Firebelly, katak kecil berperut merah-api. Dua kakinya buntung di bagian depan dan belakang. Dengan kondisi tubuh seperti itu, dia menjadi katak pendiam, perenung, dan sangat suka mengamati. Di toko yang menjual binatang peliharaan, dia mengisi waktunya bersama katak tua bijak yang menceritakan petualangannya sebagai katak liar dan apa makna menjadi binatang peliharaan.

Pada suatu hari, Firebelly dipilih oleh gadis berumur 10 tahun, Caroline. Meskipun awalnya ketakutan, katak kecil tapi manis dan sedikit pemalu itu sangat senang tinggal di kandang yang luas miliknya sendiri. Namun, ketika mengetahui binatang itu buntung, ayah Caroline berniat mengembalikannya ke toko. Bagaimana nasib Firebelly selanjutnya?

Suatu ketika, tutup wadah yang menjadi penampung se-mentara, ketika Firebelly akan dipindahkan, terbuka. Tak di-duga-duga sebelumnya, kini dia memiliki kesempatan untuk memilih tetap menjadi binatang peliharaan atau meloncat ke luar dan melakoni kehidupan penuh petualangan sebagai katak liar.

Kita sering menghadapi persimpangan-persimpangan yang mengharuskan kita membuat pilihan penting dan menentukan. Dalam hal ini, Firebelly harus memilih apakah akan tetap tinggal di zona nyaman atau keluar dan me-nemukan kemungkinan yang tak terbatas.Kita sering menghadapi persimpangan-persimpangan yang mengharuskan kita membuat pilihan penting dan menetukan. Dalam hal ini, Firebelly harus memilih apakah akan tetap tinggal di zona nyaman atau keluar dan menemukan kemungkinan yang tak terbatas.

 

Comment(s):

It is weird, membaca pemikiran seekor katak yang kompleks dan berfilosofi. Bagaimanapun juga, ini kan cuma katak, tapi kenapa dia bisa mikir sesuatu yang bahkan gak terfikirkan oleh manusia. Dari keseluruhan ceritanya saya nggak dapet hikmah maupun inti apapun. Gaya penceritaannya memang seakan akan penuh makna, tapi sebenarnya tidak ada makna berarti yang ditonjolkan si penulis.

Firebelly membuat pilihan pilihan untuk dirinya sendiri, dan akhirnya dia bisa melengkapi hidup seseorang. Hanya sampai disitu saja kesimpulannya. Bahkan jika saya boleh menambahkan, Firebelly itu seekor kodok yang agak agak angkuh. Dia senang membuat orang lain kesulitan. Selain itu, pada akhirnya Firebelly memutuskan untuk kembali menjadi kodok peliharaan, karena merasa ada seorang anak perempuan ‘membutuhkannya’.

Meskipun kita diiming imingi ‘kehidupan liar’ di sinopsis dan awal bab, Firebelly sama sekali nggak menempuh kehidupan liar tersebut. Alasannya pun juga nggak begitu jelas. Well, so menurut saya buku ini menghibur, namun sayangnya tidak berkesan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s