Uncategorized

[Book Review] Peter Pan and The Starcatchers

Image
by Dave Barry & Ridley Pearson
Penerjemah: Maria Lubis
Paperback, 490 pages
Published May 2009 by Mizan Fantasi (first published August 30th 2004)
 
Sinopsis (taken from the book)
Tubuh-tubuh bergelimpangan di permukaan dek kapal Never Land yang miring dan licin: Black Stache sang kapten bajak laut terjengkang, dengan Molly terus mencakari wajahnya; si raksasa Little Richard dipukul roboh ke lantai, lengan dan kaki raksasanya menerpa dan menjatuhkan semua bajak laut penyerangnya seperti pin boling. Tiba-tiba, pemandangan begitu menakjubkan. Sesaat, semua perkelahian terhenti. Tak ada suara yang terdengar kecuali gelegar guntur. Semua mata menatap ke satu arah. Ternyata, itu anak lelaki tadi yang dilemparkan ke laut. Dia kembali ke kapal. Tetapi, dia tidak memanjat pagar; dia melayang … Anak lelaki itu terbang.
 
Comment
Nemu buku ini di obral buku Gramedia dengan harga cuma 20 ribu, tanpa pikir panjang saya langsung masukin buku ini ke keranjang belanja saya. Saya pikir, siapa sih yang ngga kenal Peter Pan dan cerita fantasinya yang seru itu? Juga karena pengarangnya terbilang baru buat saya, jadi sekalian juga bisa masukin buku ini ke list reading challange New Authorsnya Mbak Ren.
Saya pernah beli buku obral serupa, Alice in Wonderlandnya Lewis Caroll dari penerbit yang tdk dikenal. Saya penasaran gimana versi bukunya cerita Alice. Sayangnya saya kurang selektif dan buku obral yang saya beli itu terjemahannya nggak bagus. Saya heran apakah terjemahan aslinya memang seperti itu, tapi cerita Alice yang harusnya mengagumkan malah jadi membingungkan buat saya. Untungnya, Peter Pan and The Starcatchers ini diterbitkan oleh Mizan, yang merupakan salah satu penerbit besar dan bagus. Dan ternyata emang nggak salah, buku ini terjemahannya bagus dan sangat enak dibaca.

Terjemahan yang bagus dengan cerita yang seru, membuat saya gak bisa berhenti baca kisah ini sampai selesai. Karakternya beragam, dan setiap karakter punya cerita dan plot sendiri yang menyatukan mereka. Nggak heran jika pembacanya gak merasa bosen sama sekali meskipun kualitas kertas kurang baik dan lumayan tebal, karena setiap babnya pembaca dibawa ke scene yang berbeda beda. Uniknya, buku ini benar benar membeberkan fakta unik dibalik kisah Peter Pan yang kita ketahui selama ini, soal kenapa Peter Pan tetap menjadi anak kecil, asal mula pulau Never Land, juga awal mula adanya Tinkerbell.

Saya nggak tau apakah kisah di buku ini beneran dari pencipta asli Peter Pan atau fanficnya. Ada lagi prekuel Peter Pan, Peter Pan and The Shadow Hunter yang sudah diterbitkan Mizan juga. Semoga saya nemu buku ini di obralan selanjutnya 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s