Fable / Fantasy / Mizan Fantasi / P for "The Title" / Robin McKinley / Uncategorized

[Book Review] Pegasus by Robin McKinley

ImageImage

Title | Pegasus

Author | Robin McKinley

Publisher | Mizan Fantasy *NouraBooks*

Sejak ribuan tahun lalu kerajaan Basiland berteman dengan para Pegasus. Untuk lebih mendekatkan hubungan antar kaum, setiap manusia dipasangkan dengan (*mau nyebut seekor tapi kok ga enak banget ya*) pegasus. Setiap anggota keluarga kerajaan Basiland pun dipasangkan dengan seorang pegasus yang juga merupakan anggota keluarga raja pegasus, sehingga mereka dapat bersama sama menjaga hubungan antara kedua belah pihak. Komunikasi antar manusia dan pegasus diperantarai oleh seorang penyihir dan cenayang pegasus, yang disebut syaman.

Namun, Sylviianel tidak memerlukan perantara untuk dapat berkomunikasi dengan pegasusnya, Ebon. Sylviianel dan Ebon dapat berbicara dan berkomunikasi lewat telepati, hal ini diketahui pada saat upacara penyatuan Sylviianel dan Ebon. Sejak saat itu, Sylviianel dan Ebon bersahabat, sesuatu yang dianggap jarang pada kala itu, dan menimbulkan perselisihan antar penyihir kerajaan. Seorang penyihir kerajaan berusaha memisahkan persahabatan Sylviianel dan Ebon.

Dapatkan Sylviianel dan Ebon mempertahankan persahabatan mereka?

Dapet buku ini dari hadiah giveaway NouraBooks di Goodreads *yay!*. Inget banget waktu itu nerima paket kirimannya pas kos kosan lagi mati lampu *ga penting banget*, tapi seneng karena nerima hadiah buku.. Hehehe..

Awal awalnya, bosen baca buku ini, soalnya jujur saya ga nyambung sama apa yang coba dijelaskan penulis di bab bab awal. Tentang awal mula persahabatan Pegasus dengan kaum manusia, dan kisah kehidupan Sylvi di kerajaan. Menurut saya gak ada yang menarik dari itu. Situasi bertahan di setengah tebal buku, lalu mulai menarik ketika Sylvi pergi ke wilayah pegasus. Selama ini hanya pegasus yang mengunjungi kaum manusia, namun tidak sebaliknya. Kenapa tidak sekarang Sylvi pergi berkunjung ke rumah Ebon?

Di wilayah pegasus, Sylvi banyak belajar tentang dunia pegasus, dan disinilah yang membuat saya mulai tertarik. Namun, saya sempat kesal dengan sifat Sylvi yang plin plan, suka galau, menyuarakan hatinya secara berlebihan. Dan saya gregetan dengan Sylvi yang “ingin menjadi pegasus” alih alih menjadi manusia. Ya Allah.. Saya bener bener gatel sama Sylvi yang bilang “sungguh aneh rasanya memiliki kedua tangan yang bergelantungan disamping badan seperti ini”. Dan pernyataan itu tidak diulang sekali, namun berkali kali! Jika saja Sylvi lebih menonjolkan sifat kuat, dan jadi diri sendiri apa adanya, dan melihat pegasus dan manusia dengan kelebihannya masing masing dan saling melengkapi, saya akan amat jauh lebih terkesan.

Karakter di buku ini juga tidak ada yang menonjol, selain Sylvi. Sepertinya malah, keseluruhan buku ini berputar pada Sylvi, Sylvi, dan Ebon. Padahal, banyak karakter lain yang juga potensial menarik untuk dieksplorasi. Seperti Danacour, kakak Sylvi yang berwibawa namun sayang sekali dengan adiknya, juga Athatin, penyihir yang seharusnya merupakan perantara antara Sylvi dan Ebon.

“Mereka berpandangan. Mulut Sylvi terbuka sedikit, sedangkan hidung pegasus itu kembang kempis.

Aku mendengarnya, kata keduanya bersamaan.

Kau laki – laki, kata Sylvi tiba tiba. Memang tidak ada alasan anak keempat raja pegasus berjenis kelamin perempuan hanya karena anak keempat raja manusia adalah perempuan. Namun, Sylvi menduga, sejak pertama kali tahu dirinya akan memiliki pasangan pegasus, dia akan dipasangkan dengan seorang perempuan, sama seperti dirinya.

Iya, dan kau perempuan, balas pegasus itu. ..” (Hal. 66-67)

My Rating for This Book: 5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s