Uncategorized

[Book Review] Sweet Melody (Sweet Melody #1)

[Book Review] Sweet Melody

 

Sweet Melody by Baek Myo
4/ 5 (3 ratings)

Publisher: Penerbit Haru
Release Date: July 1st 2010 by Haru
Format: Paperback, 336 pages
Source: Haru Publisher, free book to be reviewed
Genre: Romance-Comedy, Korean

“Musik adalah kebebasan menuju dunia yang tidak diketahui.”

Hwan kabur dari rumah.

Selama berbulan-bulan, ia merasakan pahitnya kehidupan di jalanan, termasuk dikejar oleh kumpulan preman. Saat sedang bersembunyi di sebuah gereja, Hwan bertemu dengan empat pemuda tampan yang sedang berlatih musik. Mereka membantunya lepas dari kejaran para preman itu.

Hwan mengira ia cukup mengucapkan terima kasih pada mereka. Namun tiba-tiba, para pemuda itu mengajaknya bergabung dengan band mereka.

“Namamu bagus. Kau tahu apa yang terjadi kalau kita memilih anggota yang namanya bagus? Saat memperkenalkan diri dengan nama yang keren, penonton pasti akan bersorak-sorai!”

Alasan apa pula itu?!

Ketika akhirnya Hwan setuju untuk bergabung, keempat pemuda itu berteriak gembira, “Waah! Sekarang terbentuklah band beranggotakan lima pria!”

Mendengar seruan gembira itu, Hwan berpikir, Tunggu. Aku… aku kan perempuan!

 

Buy this book on : BukuKita
_______________________
Membaca buku ini jadi teringat serial drama Korea Coffee Prince, since they have the same idea, tentang seorang wanita yang berpenampilan seperti dan sering disangka seperti seorang pria, dan akhirnya jatuh cinta dan dicintai oleh salah seorang rekan kerjanya. Meskipun ketika melihat cover buku ini, yang saya kira adalah gambaran seorang Hwan, saya sama sekali tidak berfikiran bahwa Hwan tampak seperti seorang pria. Pemilihan cover yang salah, menurut saya.

Overall, the story is still similar as another comedy and romance Korean drama, but I found myself smiling at some pages. Lelucon yang dilontarkan penulis lewat karakter-karakternya sedikit jayus tapi ketika saya memvisualisasikan ceritanya ke imajinasi sebuah adegan serial tv, saya jadi bisa melihat kelucuannya. Kesimpulannya, saya merasa buku ini lebih baik jika dibuat serial tv-nya. Banyaknya dialog langsung dari para tokohnya juga membuat saya sedikit kelimpungan disini. Contohnya, ketika seluruh anggota band Sweet Melody (spoiler: ya, Sweet Melody adalah nama band mereka) sedang berbicara, tidak ada penjelasan pemilik dialog yang jelas antara satu dengan yang lain, sehingga sedikit membingungkan dan membuat saya menerka-nerka, dialog yang ini siapa yang berbicara, dan dialog selanjutnya tokoh yang mana lagi. Get what I mean?

Karakternya tidak ada yang saya favoritkan, meskipun saya suka sifat perhatian Hwan. Mendengar suara salah seorang temannya, Hwan bisa langsung tahu bahwa temannya itu ada masalah (halaman 198). Anggota Sweet Melody yang lainnya, Ju Ho, mengingatkan saya akan Vic Zhou-nya Meteor Garden. Alasannya? Karena karakternya yang mirip, misterius dengan masa lalunya, merupakan sahabat yang paling dekat dengan tokoh utama, dan yang paling sensitif.

Ceritanya sendiri, di luar dugaan saya, ternyata punya banyak hikmah. Sedikit membosankan dan kesal, sih, karena diceritakan bahwa (hampir) seluruh anggota band Sweet Melody itu punya masalah di keluarganya masing-masing. Dan kesimpulan yang saya buat, semuanya berhubungan dengan masalah penerimaan diri. Namun, hal itu menjadi pembangun semangat positif dalam buku ini. Bahwa, misalnya, kita harus tetap mengejar apa yang menjadi impian kita. Harus bersemangat dan bertekad. Saya suka sekali sebuah dialog dalam buku ini,

“Saat kita takut, memang tidak apa-apa melarikan diri, tapi kalau selamanya melarikan diri kita tidak akan bisa hidup. Kalau setiap kali takut, lalu melangkah mundur maka tidak akan ada perkembangan.”. (Halaman 180)

Bagian favorit saya dalam buku ini adalah ketika Hwan mengingat kembali ibunya. Ternyata, selama ini Hwan ‘buta’ akan kasih sayang ibunya. Hanya karena satu kesalahan ibunya pada Hwan, dia melupakan kebaikan-kebaikan ibunya yang lain yang selama ini tidak dia hargai. I added one more star for this book because of this beautiful part of story.. 🙂

PS: Buku ini ada lanjutannya, lho.. Sweet Melody part 2. Saya tertarik dengan buku keduanya karena dari cuplikan bukunya, buku kedua masih melanjutkan kisah Hwan dengan Chang Ryong dan anggota Sweet Melody lainnya dalam kehidupan sekolah musik Baekjaego.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s