Diana Caroline / Fantasy / G for "The Title" / Local Fantasy / Mizan Fantasi / Uncategorized

[Book Review] The Govins

ImageJudul : The Govins

Penulis : Diana Caroline

Penerbit : Imania

Tak semua benda mati tak bernyawa. Setelah kecelakaan yang merenggut kedua orang tuanya, Ratu harus hidup sebatang kara dan pergi dari rumah dengan hanya membawa sebuah koper. Koper yang mengajaknya berbicara! Franky, si koper hijau yang berasal dari Amerika, menjelaskan pertarungan antar Dunia Govin, Govin Super berpendar warna ungu yang jahat yang ingin mengambil alih dunia manusia, dan Govin biasa yang mengabdi pada manusia dengan menempati media media tertentu di dunia manusia.

Nemu buku ini di keranjang obral Mizan Indonesia Book Fair 2012, dengan harga 15 ribu saja. Saya pikir, buku ini dari penulis luar, ternyataaa.. yang nulis orang Indonesia. Maklum, saya belum begitu banyak tahu ada penulis Indonesia yang menerbitkan buku bergenre fantasy. Sebelumnya saya hanya pernah membaca serial Aggelos dari Harry K. Petterson, penulis lokal bergenre fantasy juga.

Ada banyak hal yang saya bingungin dari buku ini. Kemunculan tiba tiba Sodangga, Dewi Penjaga Sarkofagus, menurut saya ceritanya kurang dimaksimalkan di buku ini. Tebal buku ini hanya 190 halaman. Dua lembar terakhir sebelum halaman akhir, adegan klimaks masih terjadi antara Ratu dan musuhnya, Nexusza. Pertarungan antara Ratu dan Nexusca sendiri hanya berlangsung sekitar 4 lembar di buku yang ukuran halamannya terbilang kecil ini. Setelah selesai bertempur, Nexusca dikalahkan, menghilang, lalu selesai, lanjut ke adegan Ratu makan mi ayam. Demi apa ini? Saya bener bener gak dapet ‘greget’nya.

Kemunculan Raja, pendamping Ratu, sempat membuat saya lebih tertarik sama ceritanya. Saya berharap lebih akan kemunculan tokoh Raja, berharap ceritanya akan lebih seru. Taapi, ternyata tokoh utama cerita ini hanya Ratu dan Franky, sehingga peran Raja hanya sedikit, bagai ‘peran pembantu’ dalam cerita ini, padahal kedudukan Raja sama dengan Ratu, manusia yang dipilih dan mengemban tugas untuk melindungi dunia manusia dan para Govin baik. 

Karena ketipisan dan keringkasan ceritanya, saya fikir buku ini cocok untuk dibaca anak kecil. Karakter Ratu–yang saya tidak suka, terlalu penyendiri dan selalu memosisikan diri sebagai orang yang tertindas dan terabaikan–sangat tidak matang dan dewasa, padahal seharusnya dia bersikap dewasa karena orang tuanya baru saja meninggal. Lagipula, umurnya sudah 20 tahun. Menurut saya akan lebih menarik jika Ratu baru berumur di bawah 17 tahun.

My rating for this book: 5,5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s