A for "The Title" / Fantasy / Matahati / Michael Scott / Mythology / Uncategorized

[Book Review] The Alchemyst (The Secret of Immortal Nicholas Flamel #1)

Image

Judul | The Alchemyst

Penulis | Michael Scott

Penerbit | Matahati

Tidak semua legenda yang kau baca adalah salah. Terkadang, legenda merupakan sebuah kebenaran.

Sophie dan Josh adalah kembaran yang kedua orangnya merupakan seorang arkeolog. Oleh karena itu, mereka biasa ditinggal jauh dari orang tua. Mereka berdua adalah kembaran yang hampir identik, ketika Josh sakit maka Sophie akan merasa sakit, dan selama ini mereka selalu bersama sama. Selama liburan di San Fransisco bersama Bibi Agnes, Sophie bekerja di sebuah kafe kopi dan teh, sedangkan Josh bekerja di sebuah toko boko milik seseorang yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Prunelle dan Nicholas Flamel, pemilik toko buku tempat Josh bekerja, sudah menghabiskan sepanjang hidupnya untuk pergi berkelana di segala penjuru dunia untuk melarikan diri dari Dee dan menyembunyikan identitas. Siapa Dee? Dee adalah seorang Manusia Abadi, sama seperti Prunelle dan Nicholas, yang mencari sebuah Buku yang menjadi kunci keabadian Nicholas dan Prunelle.

Josh dan Sophie pun terlibat dalam dunia mereka. Dunia yang penuh dengan mitos dan legenda legenda, tempat dimana para dewa hidup dan disebut ‘Tetua’, dan bertarung melawan Tetua Gelap, para dewa yang tidak setuju akan keberadaan manusia. Dibantu Dee, Para Tetua Gelap berusaha menyingkirkan Nicholas dan Prunelle, serta merebut Buku Abraham si Penyihir, yang disebut Codex.

Yang saya suka dari buku ini adalah karakternya yang beragam. Selain Josh dan Sophie, Nicholas dan Prunelle Flamel, dan Dee, ada Scathach, Bastet, Hekate dan Morrigan. Josh dan Sophie digambarkan sebagai dua anak remaja biasa yang membutuhkan laptop, ipad dan handphone dalam hidupnya. Setelah Nicholas, Josh dan Sophie selamat dari Dee (Prunelle ditawan oleh Dee di penjara Alcatraz), mereka mengunjungi seorang petarung ribuan tahun yang berasal dari dewa Generasi kesekian, Scathach. Dalam pelarian mereka berempat, mereka meminta bantuan Hekate, Dewi yang dapat berubah wujud dari anak kecil, remaja, orang dewasa, sampai nenek nenek di akhir malam.

Kekuatan antara kubu Nicholas dan Dee seimbang. Dee merupakan lawan yang tangguh, licik, dan pintar. Jika Nicholas memiliki ilmu alkemi dan Prunelle hebat dalam sihirnya, Dee memiliki keahlian Necromancy, dapat membangkitkan sesuatu yang sudah mati. *rasanya keren banget kalau seorang tokoh bisa punya kekuatan seperti ini*. Sophie juga memiliki kekuatan sihir udara, meskipun baru dibangkitkan kekuatannya oleh Penyihir Endor, yang tak lain tak bukan adalah nenek Scathach.

Salah satu unsur dari buku ini yang membuat menarik selain karakternya adalah, adegan pertarungan yang banyak terjadi antara mereka. Lepas dari Dee di Toko Buku, mereka diserang pasukan Morrigan, si Dewi Gagak, lalu mereka dihadang Dee lagi di Alam Bayangan Hekate.

“Bagaimana kita bisa terlibat dalam kekacauan ini?” Josh terheran heran.

“Kurasa kita berada di tempat yang salah pada waktu yang salah,” kata Sophie.

Rating for this book: 7,5/10

Mengikutsertakan review buku ini dalam annual contest 2012 The End of Year Book Contest by Penerbit Esensi & Okeyz
Photobucket

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s